Your webbrowser is outdated and no longer supported by Microsoft Windows. Please update to a newer browser by downloading one of these free alternatives.
"Agar bisa mendukung perkembangan anak secara maksimal, Anda harus fokus mengenali gejala-gejala kurang gizi dan dampak buruknya bagi si kecil."

 

Kurang gizi masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius bagi sebagian besar anak Indonesia. Bukan hanya faktor ekonomi yang menyebabkan kurang gizi. Ternyata, edukasi yang kurang mengenai gizi dan perkembangan anak juga bisa menjadi pencetusnya. Bahkan, gejala awal kurang gizi sering diabaikan hingga mengakibatkan gangguan kesehatan yang lebih serius. Agar Anda semakin fokus dan termotivasi mengamati perkembangan anak, sebaiknya Anda mempelajari lebih lanjut tentang gejala kurang gizi dan dampaknya bagi si kecil.

Gejala Kurang Gizi pada Anak

Beberapa gejala berikut ini biasanya tampak pada anak yang mengalami kurang gizi:

  • Berat dan Tinggi Badan Lebih Rendah dari Standar

    Ada standar berat dan tinggi badan khusus untuk mengukur kecukupan gizi anak pada rentang usia tertentu. Anak-anak yang kurang gizi biasanya memiliki berat dan tinggi badan lebih rendah dari standar. Hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan anak terganggu karena kebutuhan gizinya tidak tercukupi.
  • Lesu dan Tidak Bersemangat

    Kurang gizi pada anak juga berdampak buruk pada semangat dan staminanya. Itulah sebabnya anak yang kurang gizi sering tampak lesu, mudah lelah, sering mengantuk, dan tidak bersemangat saat beraktivitas. Gejala ini juga turut mempengaruhi produktivitas anak ketika belajar atau melakukan aktivitas lainnya.
  • Mudah Infeksi dan Terkena Penyakit Menular

    Daya tahan tubuh anak rentan menurun bila tidak memperoleh asupan gizi dalam jumlah seimbang. Akibatnya, anak-anak jadi rentan infeksi dan terkena penyakit menular. Terutama ketika terjadi perubahan cuaca ekstrem pada musim pancaroba.
  • Perut Membuncit

    Pada tahap yang lebih parah, kurang gizi juga membuat perut anak tampak membuncit. Jika dibiarkan terus-menerus, perubahan fisik tersebut bisa berujung pada penyakit kwasiorkor atau marasmus.
  • Gejala-Gejala Fisik Lainnya

    Perkembangan anak yang terganggu karena kurang gizi juga memunculkan gejala fisik lainnya seperti kulit kusam, rambut tipis dan mudah rontok, bibir kering, otot melemah, sakit kepala, dan gangguan fungsi penglihatan.

    Dampak Buruk Kurang Gizi bagi Anak

    Jangan sampai Anda mengabaikan gejala kurang gizi yang terjadi pada anak, karena kondisi kurang gizi tersebut bisa menyebabkan beberapa dampak buruk, yaitu:
  • Stunting

    Stunting adalah kondisi kurang gizi dalam waktu lama yang menyebabkan gangguan kesehatan serius. Salah satu ciri stunting adalah tubuh anak yang lebih pendek daripada anak-anak sebaya lainnya. Bila dibiarkan begitu saja, stunting akan membuat pertumbuhan anak terganggu hingga dewasa nanti, sehingga anak-anak memiliki kondisi fisik yang kurang proporsional dan mengganggu rasa percaya diri.
  • Kemampuan Kognitif Lemah

    Kemampuan kognitif lemah juga menjadi salah satu dampak buruk kurang gizi. Anak-anak membutuhkan asupan gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang otak. Dalam masa pertumbuhan tersebut, anak wajib mengkonsumsi berbagai jenis makanan bergizi agar kebutuhan gizi hariannya tercukupi. Bila anak-anak mengalami kekurangan gizi, tumbuh kembang otak dan sistem saraf pun akan terganggu.
  • Daya Tahan Tubuh Menurun

    Asupan gizi seimbang juga penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Anak-anak yang kurang gizi lebih rentan sakit karena kondisi daya tahan tubuh yang tidak stabil. Bukan hanya berisiko terkena penyakit menular, risiko penyakit tidak menular pun akan meningkat ketika anak memasuki usia dewasa.
    Memenuhi kebutuhan gizi anak sebenarnya tidak sulit. Anda hanya perlu memastikan bahwa buah hati Anda selalu menyantap makanan bergizi. Mulailah menyiapkan beragam kreasi hidangan untuk si kecil, sehingga Anda bisa memilih bahan makanan yang kandungan gizinya seimbang.
    Kombinasi hidangan bercita rasa gurih juga cocok dipadukan dengan margarin Blue Band Serbaguna, karena tekstur dan rasa margarin Blue Band Serbaguna akan membuat hidangan Anda semakin sedap. Tidak hanya lezat, margarin Blue Band Serbaguna juga diperkaya kandungan lemak tidak jenuh, vitamin A, B1, B2, B3, D, dan E serta omega 3 dan 6 yang dibutuhkan anak. Beragam kandungan gizi dalam margarin Blue Band akan membuat hidangan Anda jadi sehat. Sekarang, mari mendukung perkembangan anak dengan membuat aneka hidangan yang lezat dan bergizi.

Sumber

hellosehat.com/parenting/nutrisi-anak/tanda-tanda-anak-kurang-gizi/
hamil.co.id/anak/kesehatan-anak/tanda-tanda-anak-kurang-gizi
doktersehat.com/kurang-gizi-anak-faktor-seba/
id.theasianparent.com/12-tanda-anak-kurang-gizi/
klikdokter.com/rubrik/read/2869981/mengenal-ciri-ciri-anak-kurang-gizi
mommyasia.id/238
gaya.tempo.co/read/431529/dampak-anak-kurang-gizi/full&view=ok
Diakses pada: 23 Oktober 2018